Gå direkte til innholdet
Kenikmatan & Keindahan Sifat Tobat Dalam Ajaran Islam
Kenikmatan & Keindahan Sifat Tobat Dalam Ajaran Islam
Spar

Kenikmatan & Keindahan Sifat Tobat Dalam Ajaran Islam

Forfatter:
Indonesisk
Les i Adobe DRM-kompatibelt e-bokleserDenne e-boka er kopibeskyttet med Adobe DRM som påvirker hvor du kan lese den. Les mer

Dalam menjalani kehidupan ini, kita pasti pernah berbuat salah dan dosa. Hal demikian adalah manusiawi. Sebab, bukankah Rasulullah SAW berkata, "Setiap anak cucu Adam memiliki dosa, dan sebaik-baik pendosa adalah dia yang bertobat." (HR Ibnu Majah). Mengapa demikian? Sebab, manusia diciptakan dalam keadaan lemah. (QS An-nisa: 28).

Manusia yang lemah itu diberikan jalan tobat sebagai wujud kasih sayang Allah SWT kepada kita. Suatu hari, Umar bin Khattab RA datang menghadap Rasulullah saw dengan membawa beberapa orang tawanan.


Di antara tawanan itu terlihat seorang wanita sedang mencari-cari anaknya, lalu jika ia mendapatkan seorang bayi di antara tawanan langsung mengambil bayi itu, mendekapkannya ke perut untuk disusui.

Rasulullah saw berkata kepada kami, "Bagaimana pendapat kamu sekalian, apakah wanita ini akan melemparkan anaknya ke dalam api?" Kami menjawab, "Tidak, demi Allah, sedangkan dia mampu untuk tidak melemparnya."  Rasulullah saw bersabda, "Sungguh Allah lebih mengasihi hamba-Nya daripada wanita ini terhadap anaknya." (HR Muslim).


Karena sedemikian kasih dan sayangnya Allah pada kita, Allah sangat senang bila seorang hamba telanjur berbuat dosa lalu bertobat, berjanji sepenuh hati tak akan pernah mengulangi perbuatannya.


ISBN
9781524250294
Språk
Indonesisk
Utgivelsesdato
2.3.2016
Tilgjengelige elektroniske format
  • Epub - Adobe DRM
Les e-boka her
  • E-bokleser i mobil/nettbrett
  • Lesebrett
  • Datamaskin